CENTRO Batam – Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Perempuan Bangsa Kepulauan Riau menegaskan komitmennya untuk menjadi pelopor Gerakan Relawan Kebajikan Pancasila dalam upaya membumikan nilai-nilai Pancasila di tengah kehidupan masyarakat.
Komitmen tersebut disampaikan dalam Diskusi Relawan Kebajikan Pancasila yang diselenggarakan oleh Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Republik Indonesia di Kota Batam. Kegiatan dibuka oleh Auditor Ahli Utama BPIP RI, Agus Salim, S.E., M.M.Si., dan diikuti oleh kader Perempuan Bangsa serta mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Kota Batam. Selasa (28/7/2026)
Hadir sebagai pembicara utama Anggota DPR RI Komisi XIII Fraksi PKB, H. Mafirion, bersama Wakil Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Ibnu Sina, Dr. Mulyadi, S.E., M.M., dan Ketua DPW Perempuan Bangsa Kepulauan Riau, Hj. Helmiaty Basri, S.Sos., M.A.P.
Dalam sambutannya, Hj. Helmiaty Basri menegaskan bahwa Perempuan Bangsa memiliki tanggung jawab moral untuk menjadi penggerak kebajikan Pancasila, karena perempuan adalah pendidik pertama dan utama dalam keluarga.
“Perempuan bukan hanya penjaga keluarga, tetapi juga penjaga nilai-nilai kebangsaan. Dari tangan seorang ibu lahir generasi yang belajar tentang kejujuran, kasih sayang, toleransi, gotong royong, dan cinta tanah air. Karena itu, Perempuan Bangsa siap menjadi garda terdepan dalam Gerakan Relawan Kebajikan Pancasila di Kepulauan Riau,” ujar Helmiaty.
Menurutnya, Relawan Kebajikan Pancasila harus hadir sebagai teladan di tengah masyarakat, mengajak warga menjaga persatuan, memperkuat toleransi, menyelesaikan persoalan melalui musyawarah, membangun kepedulian sosial, serta menangkal penyebaran hoaks, ujaran kebencian, dan berbagai paham yang dapat memecah belah bangsa.
Sementara itu, H. Mafirion menegaskan bahwa keberhasilan membumikan Pancasila tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan partisipasi aktif masyarakat.
“Ketika perempuan bergerak, keluarga akan kuat. Ketika keluarga kuat, masyarakat akan kokoh. Karena itu, saya meyakini Perempuan Bangsa dapat menjadi motor penggerak Relawan Kebajikan Pancasila yang mampu menghidupkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, bukan hanya dalam teori, tetapi dalam tindakan nyata,” kata Mafirion.
Ia mengajak seluruh kader Perempuan Bangsa untuk menjadi agen perubahan yang menghadirkan nilai-nilai kemanusiaan, persatuan, keadilan, dan gotong royong dalam setiap aktivitas sosial di lingkungan masing-masing.
Diskusi berlangsung interaktif dengan antusiasme tinggi dari para peserta. Berbagai gagasan mengemuka mengenai pentingnya memperkuat karakter kebangsaan sejak dari keluarga, meningkatkan literasi digital, serta membangun masyarakat yang tangguh menghadapi tantangan zaman tanpa kehilangan jati diri sebagai bangsa Indonesia.
Melalui kegiatan ini, DPW Perempuan Bangsa Kepulauan Riau menegaskan komitmennya untuk terus bersinergi dengan BPIP dan berbagai elemen masyarakat dalam memperluas Gerakan Relawan Kebajikan Pancasila di Kepulauan Riau. Perempuan Bangsa meyakini bahwa penguatan ideologi Pancasila harus dimulai dari keluarga, diperkuat di lingkungan masyarakat, dan diwujudkan melalui aksi nyata yang menghadirkan persatuan, kepedulian, dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
