Centroriau.Id,Meranti – Sebanyak 24 finalis Bujang Dara Kabupaten Kepulauan Meranti Tahun 2026 mulai menjalani masa pembekalan sebagai bekal menuju malam puncak Grand Final yang akan digelar pada 8 Agustus 2026. Berbeda dari sekadar ajang pemilihan putra-putri daerah, para finalis dipersiapkan menjadi generasi muda yang mampu membawa nama Meranti melalui promosi pariwisata, pelestarian budaya, hingga pengembangan ekonomi kreatif.
Kegiatan pembekalan berlangsung di Gedung Kuning Kantor Bupati Kepulauan Meranti, Rabu (5/8/2026), mengusung tema “Sagu Meranti Mendunia – Sinergi Muda, Pesona Budaya, dan Inovasi Ekonomi Kreatif” dengan slogan “Merawat Warisan, Menginspirasi Generasi Menuju Kepulauan Meranti Unggul, Agamis dan Sejahtera.”
Acara dibuka Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Kepulauan Meranti, Syaiful Bakhri, ST, didampingi Sekretaris Disporapar, Husni Mubarak, Kepala Bidang Pemuda dan Olahraga Dedi Syahroni, Kepala Bidang Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Piskot Ginting, S.Ag, Ketua Ikatan Bujang Dara Kepulauan Meranti Baggas Ardyans, serta menghadirkan Ketua Umum Majelis Kerapatan Adat (MKA) Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Kabupaten Kepulauan Meranti, Datuk Seri Asnawi Nazar, S.Pi, sebagai salah satu narasumber.
Sebanyak 12 pasang finalis mengikuti tahapan pembekalan. Mereka merupakan hasil seleksi dari 46 pendaftar, terdiri dari 21 bujang dan 25 dara. Para finalis berasal dari berbagai kecamatan di Kepulauan Meranti, yakni Tebing Tinggi Barat, Rangsang, Rangsang Barat, Tebing Tinggi Timur, Merbau, Tasik Putri Puyu, serta peserta kategori umum.
Ketua Ikatan Bujang Dara Kepulauan Meranti, Baggas Ardyans, mengucapkan selamat kepada seluruh finalis yang berhasil melewati proses seleksi hingga masuk ke tahap pembekalan.
“Mengucapkan selamat bergabung dan selamat mengemban tugas kepada 24 Bujang Dara.”
Menurutnya, para finalis kini memikul tanggung jawab yang lebih besar daripada sekadar mengikuti kompetisi.
Ia menegaskan bahwa Bujang Dara merupakan wajah sekaligus representasi Kabupaten Kepulauan Meranti yang memiliki peran penting sebagai penyambung informasi pemerintah kepada masyarakat maupun wisatawan. Mereka diharapkan mampu mempromosikan berbagai potensi daerah, terutama sektor pariwisata, budaya, dan ekonomi kreatif.
“Perjalanan ini sesungguhnya baru saja kita mulai. Maka dari itu, saya minta semangat dan terus berkembang, khususnya dalam memajukan sektor pariwisata Kabupaten Kepulauan Meranti,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Disporapar Kepulauan Meranti, Syaiful Bakhri, ST, mengingatkan bahwa penampilan fisik bukanlah faktor utama dalam ajang Bujang Dara.
“Kepada finalis Bujang Dara Kabupaten Kepulauan Meranti Tahun 2026, 12 bujang dan 12 dara. Ganteng-ganteng, cantik-cantik hari ini. Tapi ingat, di ajang Bujang Dara ini tidak cukup hanya dengan ganteng, tidak cukup hanya dengan cantik,” tegasnya.
Ia menjelaskan, seluruh finalis akan mendapatkan pembekalan dari lima narasumber yang memiliki kompetensi di bidangnya masing-masing. Materi yang diberikan mencakup kebudayaan, pariwisata, ekonomi kreatif hingga pengembangan karakter.
Syaiful meminta seluruh peserta memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menyerap ilmu sebanyak mungkin karena seluruh materi akan menjadi bekal penting saat penilaian grand final.
“Belajarlah, gali ilmu selama tahap pembekalan ini. Lengkapi diri, karena nanti adik-adik akan diuji tentang kebudayaan, pariwisata, ekonomi kreatif dan berbagai wawasan lainnya. Narasumber kita orang-orang profesional, mudah-mudahan ilmu yang disampaikan bisa tersimpan sampai nanti diuji,” katanya.
Ia juga menegaskan bahwa Kabupaten Kepulauan Meranti memiliki kekayaan potensi yang harus terus diperkenalkan kepada masyarakat luas. Menurutnya, pemerintah daerah telah melakukan berbagai upaya untuk mengembangkan dan mempromosikan sektor pariwisata, budaya, serta ekonomi kreatif.
Karena itu, keberadaan Bujang Dara diharapkan menjadi mitra pemerintah dalam memperluas promosi daerah, terutama melalui pemanfaatan teknologi digital dan media sosial yang kini semakin berpengaruh dalam penyebaran informasi.
“Bukan hanya sekadar lomba kecantikan atau lomba ganteng. Bujang Dara maupun alumninya harus menjadi jembatan untuk memajukan pariwisata, budaya, dan ekonomi kreatif Kabupaten Kepulauan Meranti. Ambil ruang itu dan manfaatkan kemajuan teknologi untuk mengenalkan daerah kita,” pungkasnya.
Rangkaian kegiatan Bujang Dara Kabupaten Kepulauan Meranti Tahun 2026 telah dimulai sejak 2 Agustus 2026 melalui tahap wawancara seleksi finalis, dilanjutkan penentuan nomor urut dan pasangan finalis. Pada 5 Agustus pagi, seluruh finalis mengikuti sesi pemotretan resmi sebelum memasuki pembekalan.
Selanjutnya, pada 6 Agustus 2026 para peserta akan kembali menerima materi dari narasumber dan sponsor. 7 Agustus dijadwalkan pelaksanaan gladi bersih, sedangkan malam puncak Grand Final Bujang Dara Kabupaten Kepulauan Meranti Tahun 2026 akan digelar pada 8 Agustus 2026 untuk menentukan putra-putri terbaik yang akan menjadi duta promosi daerah selama satu tahun ke depan.**
