CENTRO RIAU TELUK KUANTAN -Rusman Antagana Ketua Forum Pers Independen Indonesia (FPII) Korwil Kuansing mengatakan Bahwa Kabupaten Kuansing di tahun 2025 ditemukan 5 orang Kasus HIV-AIDS yang tersebar di seluruh wilayah kabupaten Kuansing. Angka itu menempatkan kabupaten Kuansing sebagai rengking ke 11 se Riau banyaknya kasus HIV-Aids.
“Ditahun 2025 pada bulan Januari, di Kabupaten Kuansing ditemukan 5 Kasus HIV-AIDS, angka itu menempatkan kita di rengking 11 kasus terbanyak se Riau,” kata Rusman ke Awak Media ini, Jumat 24 Januari 2025 malam WIB
Rusman Antagana juga menyampaikan bahwa Human Immunodeficiency Virus (HIV) merupakan Virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh manusia dan Aquired Immuno Deficiency Syndrome (AIDS) adalah Sindrom atau kumpulan gejala penyakit akibat penurunan kekebalan tubuh. Keduanya merupakan penyakit yang berbahaya dan dapat ditularkan melalui darah, cairan kelamin maupun ASI. Cara penularanya dapat dengan, Seks bebas atau hubungan seks yang beresiko,Narkoba suntik, Tatto atau tindik,Transfusi darah yang tidak steril, Wanita hamil penderita HIV-AIDS.
Untuk itu, Rusman mengajak kepada seluruh potensi baik pemerintah maupun masyarakat untuk melakukan pencegahan dengan cara berperilaku sehat dan positif, menghindari hubungan seks beresiko, menghindari narkoba,menghindari transfusi darah yang tidak steril,menghindari tatto dan tindik, serta mengindari pemberian ASI kepada bayi dari ibu penderita HIV-AIDS. Tidak lupa pula ia meminta harap tutup semua panti pijit di Kota Teluk Kuantan. Dimana katanya, panti pijat hanyalah modus saja.
Apa yang dikatakan Rusman Antagana ini, belum terkonfirmasi ke Dinas kesehatan kabupaten Kuansing.
