CENTRO RIAU KOBUN LADO –Tidak kunjung henti Polres Kuansing menghentikan aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI), di Wilayah Hukumnya, seperti terlihat hari ini, Jumat 2 Oktober 2026 siang jelang sore WIB. Polres Kuansing melalui Polsek Singingi kembali membakar dua (2) unit rakit PETI hingga api menyala dan membuat rakit tersebut menjadi arang supaya tidak bisa dipergunakan lagi oleh pelaku.
Kegiatan tersebut diperintah oleh Kapolres Kuansing AKBP Hidayat Perdana SIK MH melalui Kapolsek Singingi, IPTU Edi Winoto , S.H.,M.H dan kegiatan penertiban dilaksanakan serta dipimpin oleh Ps.Kanit Intel AIPTU Eri Darmadi, SE bersama enam orang personel Unit Reskrim, AIPDA Kiki Haryatmal, BRIGADIR M.Arief SH, BRIGADIR Abdi Karta, SH., BRIPDA Winter, S dan satu orang personil unit Intel BRIPDA. Arya Ramadinata.
Diketahui, kegiatan tersebut berdasarkan informasi yang tersaji di ruang publik oleh media online Kilasriau.com yang berjudul,”Rakit PETI Operasional di Kuansing, Warga Sebut Y Dalang Dibalik Layar”.
Oleh karena itu, Polres Kuansing melalui Polsek Singingi datangi lokasi desa Kebun Lado, kecamatan Singingi sesuai akurasi informasi yang didapatkan juga personil lakukan pembakaran sampai menyala. Tidak hanya itu, pembakaran sejenak ditunggu sehingga rakit benar benar jadi arang.
Seperti dikatakan Kapolres Kuansing AKBP Hidayat Perdana SIK MH melalui Kapolsek Singingi, IPTU Winoto S.H.,M.H mengatakan ,”Kami Polsek Singingi telah melakukan penyelidikan, sekaligus penertiban di lokasi yang diinformasikan (red)”Terang Kapolsek yang lebih kurang satu pekan ini pimpin wilayah hukum Polsek Singingi.
Masih kata Kapolsek tersebut, “Setibanya di lokasi, personel Polsek Singingi menemukan 2 (dua) unit rakit PETI yang tidak beroperasi dan terhadap 2 unit rakit PETI tersebut telah dilakukan tindakan penertiban dengan cara dirusak dan dibakar, untuk mencegah rakit tersebut tidak kembali digunakan untuk melakukan aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin atau bisa disingkat dengan kata PETI itu,”Tambah IPTU Edi menjelaskan ke CENTRO.
Namun, pada kegiatan itu tidak ada barang bukti maupun pelaku yang diamankan, karena diduga telah mengetahui berhenti saat pemberitaan booming di jadag maya.
Semua rantai kegiatan hingga melakukan dokumentasi serta melaporkan ke pimpinan, personil yang ke lokasi penertiban menyampaikan bahwa keadaan dalam aman dan terkendali hingga berakhir giat pukul 16. 15 sore WIB.
KARTA ATMAJA.
