CENTRO RIAU Pekanbaru -Pendidikan inklusif adalah sistem sistem penyelenggaraan pendidikan yang memberikan kesempatan kepada semua peserta didik yang memiliki kelainan dan memiliki kecerdasan atau bakat istimewa untuk mengkuti pendidikan atau pembelajaran dalam satu lingkungan pendidikan secara bersama-sama dengan peserta didik umunya.
Pendidikan inklusi dapat menjadi solusi bagi anak berkebutuhan khusus. Hal itu karena pendidikan inklusi dapat memberi peluang dan membuka kesempatan bagi anak berkebutuhan khusus untuk memperoleh pendidikan tanpa adanya perlakuan deskriminatif.
Pendidikan inklusi juga memberikan pemahaman kepada anak normal untuk dapat menerima, mengerti dan memahami perbedaan satu dengan lainnya sehingga dapat hidup berdampingan dengan baik tanpa adanya pembedaan.
Dalam membangun suatu sekolah inklusif ada beberapa hambatan yang harus dihadapi, yakni paradigm atau cara pandang para guru serta penyelenggaraan pendidikan terhadap anak difabel dan sistem pendidikan inklusif. Sehingga penolakkan terhadap ABK masih saja terjadi. Alasan sekolah biasanya dikarenakan tidak adanya guru pendamping serta sarana prasarana yang belum standar aksesibilitas.
Untuk mengatasi hambatan dari pendidikan inklusi ini sekolah dapat melakukan beberapa upaya positif dan berkelanjutan baik dalam sekolah maupun diluar sekolah. Upaya internal bisa dilakukan dengan cara mengadakan pelatihan tentang kesadaran terhadap isu-isu aksebilitas sedangkan upaya eksternal yang dapat dilakukan dengan sosialisasi secara massif dan sistematik bersama pemerintah dan masyarakat.
Dalam pendidikan inklusif memerlukan peran dari beberapa pihak. Pihak yang menjedi peran utama yakni peran sekolah. peran sekolah pada pendidikan inklusif untuk anak berkebutuhan khusus yakni :
a. Sekoah harus mampu meningkatkan potensi anak berkebutuhan khusus dengan memberikan tempat untuk belajar bersama-sama dengan anak normal lainnya.
b. Sekolah dapat meningkatkan konsep diri pada anak, baik anak ABK (Anak Berkebutuhan Khusus) maupun non ABK sehigga memiliki sikap toleransi antar keduanya.
c. Sekolah dapat membantu anak menghilangkan rasa takut pada anak normal dalam berinteraksi langsung dengan Anak Berkebutuhan Khusus.
Dapat disimpulkan pendidikan inklusi merupakan solusi untuk membantu anak ABK untuk dapat belajar bersama dengan anak normal dan pendidikan inklusi ini dapat menghilangkan perilaku deskriminatif terhadap Anak Berkebutuhan Khusus.
Ditulis oleh : Tiana Dian Astuti dan Mutiara Tri Agrianti. (Mahasiswa PGSD Universitas Islam Riau).
Dosen pengampu : Dea Mustika S.Pd., M.Pd
