CENTRO RIAU Kuansing-Kawanan gajah memasuki wilayah pemukiman dan perkebunan warga di desa koto Inuman dan ada 4 desa yang di masuki kawanan gajah
Warga ketakutan untuk masuk ke kebun mereka, Gerombolan gajah di perkirakan sekitar 15 ekor merusak kebun warga, sawit dan pohon karet sudah berapa 3 hari tidak bekerja karna ketakutan akibat kehadiran kawan gajah
Pada Sabtu tanggal 15 Mei sore hari pemilik kebun Suan beserta rekan ya mencoba mengusir gajah Tampa disadari pejantan gajah mengejar dari belakang dan melilitkan belalai ya dan megempaskan dua kali ketanah oleh dan Suan juga terluka dan berhasil melarikan diri, rekan Suan langsung memanjat pohon besar. trauma korban dan luka patah sudah mulai membaik dalam wawancara awak media
Tgl 17 Mei masyarakat, perangkat desa dan hadir 2 kepala desa lain kepala desa koto Inuman bapak Dermawan dan kepala desa kampung baru koto Inuman hadir juga dari babinsa tokoh masyarakat dan tokoh pemuda dan dari pihak BKSDA berkumpul untuk ikut serta melakukan penggiringan ternyata gajah melawan dan menyerang warga dan pemimpin rombongan dari balai besar KSDA bapak Zulkifli memerintahkan mundur untuk menjaga hal tidak di inginkan kita cooling down dulu 2 hari ini, besok lusa kita lanjutkan dengan teknis dan strategi yg lebih baik lagi
Dan saya akan laporkan ke pimpinan saya dan breeffing tim yg akan kami turunkan. Sebelumnya Tim terlebih dulu buat rapat koordinasi dengan para pihak
Areal tersebut memang menjadi wilayah gajah, yang kita sebut kantong gajah Tesso Tenggara.
Sesuai dengan informasi dari masyarakat, pergerakkan gajah memasuki Koto Inuman dimulai dari areal HTI PT RAPP kemudian bergerak melalui Perkebunan Sawit PT. Wana Jingga Timur selanjutnya mengarah ke perkebunan warga.
Secara teknis, proses penggiringan akan kita lakukan mengarah jalur masuknya gajah
Warga ketakutan untuk masuk ke kebun mereka kebun Gerombolan gajah di perkirakan sekitar 15 ekor merusak kebun warga sawit dan pohon karet sudah berapa 3 hari tidak bekerja karna ketakutan akibat kehadiran kawan gajah
Pada Sabtu tanggal 15 Mei sore hari pemilik kebun beserta rekan ya mencoba mengusir gajah Tampa disadari pejantan gajah mengejar dari belakang dan melilitkan belalai ya dan megempaskan dua kali ketanah oleh dan Suan juga terluka dan berhasil melarikan diri, rekan Suan langsung memanjat pohon besar…. trauma korban dan luka patah sudah mulai membaik dalam wawancara awak media
Kepala wilayah 1 Balai Besar KSDA Andri Hansen Siregar di wawancara lawat telefon menyampaikan antara lain Pertama² kami mengapresiasi masyarakat yg telah mendukung dalam pelestarian gajah yg merupakan satwa liar yg dilindungi undang².
Upaya penggiringan yg dilakukan dengan cara tradisional juga merupakan kearipan lokal yg sudah turun temurun, dan kami sangat menghargai hal tsb. Namun proses penggirangan tsb, sebaiknya dilakukan dengan pendampingan dari Balai Besar KSDA Riau.
Harapan kami, masyarakat tetap menjalin koordinasi dan kerjasama yg baik, seperti yg sudah dilakukan selama ini, dengan tetap melakukan pengawasan terhadap satwa, yg sewaktu-waktu dapat dimanfaatkan oleh oknum pemburu² liar.
Kami juga bermohon kepada masyarakat, agar tdk menggunakan cara² yg anarkis yg dapat menimbulkan reaktivitas gajah liar tsb, menjadi liar dan balik menyerang warga di jelaskan dalam wawancara nya dengan
Laporan rilis :Jan Fredy Butar-Butar
