Analisis Kendala Pembelajaran Tatap Muka Terbatas
Nama Anggota:
• Dian Syafitri
• Cicih Andini
• Sofia Ansari
• Yoga Surya
Dosen Pengampuh: Dea Mustika, S.Pd.,M.Pd
CENTRO RIAU Pekanbaru -Pada awal pelaksanaan kegiatan pembelajaran tatap muka terbatas SDN 005 Kampas Jaya hanya sedikit siswa yang mau datang ke sekolah untuk mengikuti kegiatan belajar. Informasi yang didapatkan melalui WAG atau pribadi ke WA peserta didik. Dari 20 siswa yang dijadwal untuk hadir, yang datang hanya 10-14 siswa saja. Pendidik menyikapi kondisi ini dengan menghubungi siswa atau orang tua untuk mengetahui sebab ketidakhadirannya. Ada juga siswa yang datang lebih awal dari jadwal, tidak sabar menunggu dan memutuskan tidak mengikuti kegiatan pembelajaran tatap muka terbatas. Siswa datang hanya membawa perlengkapan untuk belajar, tidak membawa buku paket, HP.
Pertemuan selanjutnya kondisi seperti ini masih juga terulang kembali. Kehadiran peserta didik jarang memenuhi harapan sampai seratus persen. Pendidik kembali berkolaborasi dengan wali kelas, guru mapel, BK, dan orang tua. Kerja sama dengan wali kelas untuk memberikan motivasi dan mengingatkan jadwal pertemuan kepada peserta didik. Peran wali kelas dinilai memiliki dampak dan emosi dengan peserta didik.
Kerja sama antara wali kelas, guru mapel, dan BK memberikan perubahan dalam pelaksanaan kegiatan pembelajaran tatap muka terbatas. Perubahan dalam hal peningkatan jumlah peserta didik yang hadir. Beberapa orang tua yang terlibat langsung untuk mengantarkan putra putri mereka ke sekolah sehingga dapat dipastikan mengikuti kegiatan pembelajaran tatap muka terbatas. Bahkan, ada beberapa orang tua yang hadir dan menunggui putra-putri mereka saat belajar di sekolah mengikuti kegiatan pembelajaran tatap muka terbatas-khusus.
Setelah beberapa kali pertemuan kegaiatan pembelajaran tatap muka terbatas, masalah-masalah peserta didik dapat teratasi. Masalah yang terselesaikan dengan baik, seperti motivasi belajar kembali tumbuh, karakter belajar mandiri mulai ada, anak mau berusaha, dan tanggung jawab, tugas-tugas belajar PJJ terselesaikan dalam waktu dan sesuai kemampuan mereka, dan kompetensi kompetensi meningkat. Anak yang memiliki nilai masih kosong karena tidak mengumpulkan tugas selama pembelajaran jarak jauh sekitar 10 persen. Suasana peserta didik tidak nyaman dan terbebani belajar di rumah berkurang saat mereka belajar bersama kawan dalam jumlah terbatas di kelas dengan bimbingan guru.
Respon orang tua terhadap kegiatan pembelajaran tatap muka terbatas pun sangat baik. Orang tua merasa sangat terbantu dengan adanya kegiatan pembelajaran tatap muka terbatas. tidak terbebani dengan masalah anak mereka dalam belajar dan merasa terbantu mengarahkan mereka dalam memanajemen waktu belajar dan pemanfaatan media HP untuk belajar.
Wali kelas dan guru BK merasa berhasil dan memiliki peran berarti dalam pembimbingan dan pembinaan terhadap peserta didik. Kolaborasi ini cukup berhasil dan memberikan perubahan positif terhadap pendidikan anak didik. Kegiatan pembelajaran tatap muka terbatas-khusus efektif dilaksanakan dan tentunya perlu perbaikan hal-hal yang dipandang kurang.
➢ Kendala Selama Kegiatan Pembelajaran Secara Tatap Muka Terbatas.
- Motivasi Belajar Peserta Didik
Motivasi belajar anak masih kurang. belajar dan mengerakan tugas Mereka dengan tugas milik teman-temannya. Peserta didik kurang usaha untuk mempelajari materi secara tuntas hanya sekilas saja membuka dan membaca seperlunya saja.
- Karakter yang dimiliki peserta didik
Mau datang ke sekolah jika teman-temannya juga datang. Mengerjakan tugas sama bertahan atau hanya mengubah tugas teman yang lain. Target siswa hanya menyelesaikan tugas belajar bukan untuk kompetensi. - Situasi dan kondisi masa pandemi covid-19
Komunikasi dan kaloborasi dengan peseta didik kurang luas dan terbatas waktu. Pertemuan muka dibatasi dan dalam pengawasan yang ketat. Apa-lebih setelah beberapa tenaga pendidik yang terkena covid-19. - Sarana dan prasarana penunjang belajar
Prasarana lab komputer di sekolah belum ada, sehingga belajar di sekolah anak masih memakai HP dan kouta sendiri Sinyal yang ada di lingkungan sekolah juga tidak merespon sama dari semua penyedia.
