CENTRO RIAU TELUK KUANTAN-Bejibun masyarakat kabupaten Kuansing minta selfie bersama Calon Bupati Kuansing nomor urut 1, Dr.H Suhardiman Amby, MM sebut Roni Arion, seperti terpantau di kecamatan Kuantan Tengah, kata Roni kepada Awak Media ini, Kamis 17 Oktober 2024
“Sejak pagi Suhardiman Amby sudah menjadi incaran foto warga Kenegerian Kari. Dimulai pada Suhardiman Amby turun kendaraan menuju tempat kampanye, hingga terpantau sampai usai kampaye,”Jelas Roni Arion kepada Awak Media ini
Di Kenegerian Kari itu, Suhardiman Amby juga banyak diminta warga untuk berfoto selfie. Bukan hanya sampai di tempat acara, aksi buru foto Suhardiman juga sampai desak-desak hingga susah melangkah menuju kendaraan nya yang terparkir.
Pengakuan seorang masyarakat bernama Susilawati,”Ternyata aslinya lebih sederhana dan ramah. Selama ini kami hanya mendengar dan melihatnya dari media massa atau medsos,”Ucap Susi mengakui ternyata Suhardiman Amby begitu ramah ke masyarakat baik dari milenial, emak-emak hingga ke Nenek-nenek pun ia terlihat akrab.
Menurut Susi, sosok Suhardiman Amby yang bergelar Datuk Panglimo Dalam itu sangat sederhana dan memiliki adab yang tinggi.” ia (Suhardiman ) tak mau ngecewakan warga, dan dia paling sederhana diantara Calon Bupati yang ada saat ini,”tuturnya
Selfie didefinisikan sebagai jenis foto potret diri yang diambil oleh diri sendiri dengan menggunakan kamera, baik kamera digital maupun kamera telepon. Selfie biasanya disebut dengan memfoto diri sendiri.
Selfie atau swafoto lebih menggambarkan sebuah pemaknaaan suatu peristiwa ketimbang sekadar tanda kesombongan, kemesraan atau narsistik.
Seorang penulis studi mengatakan,”Kami menemukan bahwa orang memiliki intuisi alami tentang perspektif mana yang harus diambil untuk menangkap apa yang mereka inginkan dari foto tersebut,” kata Zachary Niese, penulis studi dari The Ohio State University.
Ahli psikologi di Ohio State sekaligus sekan penulis studi Lisa Libby mengatakan hasil studi yang diterbitkan dalam jurnal Social Psychological and Personality Science ini juga memberikan bantahan terhadap pandangan orang-orang.
Bahwa, mengunggah foto selfie di medsos-medsos seperti Instagram hanya untuk mempromosikan diri mereka sendiri.
“Foto-foto yang menampilkan diri Anda dapat mendokumentasikan makna yang lebih besar dari sebuah momen,” katanya, dikutip dari ScienceDaily.
“Ini bukan menjadi bentuk kesombongan,” imbuhnya.
Penelitian ini juga menunjukkan pengambilan gambar dari sudut pandang orang pertama ditujukan untuk mengabadikan pengalaman fisik.
Beberapa hari lalu, Calon Bupati Kuansing diminta oleh bejibun masyarakat untuk foto Selfie di muka umum tempat kampanye, satu diantara foto masyarakat itu baru-baru ini sempat viral. Pasalnya, berbagai ‘plintiran dan sudut pandang’ diduga kuat bermula selfie diminta oleh seorang Ibu nan sebaya bersama Suhardiman Amby. Ada keserasian pasangan, sehingga begitu mudah menyebutkan foto Selfie itu adalah sebuah kemesraan. Padahal, foto itu disaksikan khalayak ramai.

Artinya, foto yang menampilkan seorang Ibu dan Suhardiman Amby yang sempat viral adalah agar seorang Ibu paruh baya tersebut dapat mendokumentasikan sebuah makna kedekatan masyarakat dengan seorang calon pemimpin Kuansing yang lebih besar dari sebuah momen kampanye. (Krt)
