Centro Riau Kuansing–Sebuah rumah diduga tempat aktivitas pemurnian emas di Koto Taluk, Kecamatan Kuantan Tengah, Kuantan Singingi, menjadi saksi tempat kontroversi ataupun ‘perselisihan’ antara Oknum Wartawan IWN Versus Inisial Edi yang diduga pelaku PETI asal Kenegarian Kari. Kontroversi tersebut bermula pada herdikan keras nada mengusir Inisial EDI disebalik dinding di salah satu Lokasi Penadah Emas Kuantan Tengah, pada 27 Juli 2026 Waktu Setempat.
Dikonfirmasi terkait Wartawan inisial IWN, mengatakan, “Saya mendatangi tempat penadah tersebut untuk melakukan konfirmasi, namun tak seling waktu cukup lama, ada suara mau mengusir saya, “Jika Wartawan yang datang itu usir saja! “ucap Iwan mencontohkan suara dari balik dinding papan terdengar sayu senduh menggores jiwa jurnalistiknya IWN. Terperangah, terenyuh, diam dan nelangsa tak karuan, seperti itulah hal yang diduga dirasakan seorang Wartawan IWN.
Walaupun begitu, IWN masih menahan perih yang dirasakannya, tetapi tetap melakukan konfirmasi mencoba mengalihkan perhatian dengan menanyakan pemilik tempat tersebut.
Terkait tempat lokasi, Inisial AW ditanya IWN menjawab,”Bukan punya saya Bos! itu milik AD STJ”Jawab AW singkat ke Oknum Wartawan IWN dalam penelusuran mengejar siapa inisial Edi yang disebut warga Kenegerian Kari.
Lalu, karena IWN saling kenal AD, maka IWN lebih memilih menyelesaikan di Tempat-tempat lebih enjoy seperti Warkop dan lainnya.
Kemudian, setelah ditanya ke AD oleh IWN, maka AD menjawab sambil berkata,”Itu bukan perkerja saya Wan, itu inisial EDI dari Kari yang juga menjual sedikit hasil Petinya ke para anggota saya itu,”Ucap AD dengan transparan ke IWN , karena kata AD ia kenal IWN sejak kami masih beranjak remaja di Sentajo Raya.
Dua hari setelah peristiwa itu, kata AD ia menutup usaha ilegalnya sampai saat ini, 17 Agustus 2026. “Kedepannya, mungkin kami buka lagi setelah Iven Pacu Jalur Nasional, namun kami tetap membantu membeli hasil-hasil pencari emas secara manual oleh masyarakat menengah kebawah,”Ucap AD yang sebenarnya, ia bukan yang bermasalah dengan teman kecilnya oknum wartawan IWN itu.
Oleh karena itu juga, oknum Wartawan inisial IWN, mengaku akan selalu tetap mencari keberadaan inisial EDI, sesuai informasi dari AD rekannya.
Dampak Kontroversi Oknum Wartawan IWN Vs Inisial Edi yang diduga pelaku PETI asal Kenegarian Kari, diserahkan warga telah mulai memicu perpecahan atau konflik sosial di masyarakat, “Peristiwa di Lokasi Penadah itu, berpot picu konflik sosial antara IWN dan AD, yang padahal mereka ini sejak duduk di bangku SMP hingga SMA selalu berkoordinasi, komunikasi baik!” Jelas seorang Warga yang namanya tidak mau disebutkan.
Semua memang oleh karena inisial EDI, maunya main usir wartawan IWN dar Tempat Penadah Emas (27/7/) dinilai telah meningkatkan kepedulian, kepercayaan publik terhadap berbagai isu.
Pemerintah kabupaten Kuansing dan Kepolisian Polres Kuansing meminta kepada pihak pemangku kepentingan, untuk selalu menjaga komitmen agar tetap aman serta kondusif.
Kapolres Kuansing AKBP Hidayat Perdana SIK MH melalu Kanit Tipidter Polres Kuansing, Iptu Gerardo, MH, meminta agar masyarakat dari berbagai instansi, tidak ada yang memicu terjadi kontroversi sesama Warga NKRI.
“Mari kita fokus untuk menyukseskan Ivent Pacu Jalur di Teluk Kuantan, kemudian jika ada waktu jua tersisa, maka, “Rekan kita Kepolisian, oknum Insan Pers IWN dan Pelaku PETI inisial EDI, seeloknya tetap mencari solusi dari Permasalahan yang terjadi!” Tutup Iptu Gerardo MH, siang WIB, penuh harapan di Kuansing tetap terjaga dari ancaman Kamtibmas.
KRT.
