CENTRO RIAU OPINI –Pemerintah Pada masa ini telah menggalakkan pendidikan inklusi di sekolah-sekolah reguler. Inklusi adalah sebuah sistem pendidikan yang mengatur agar anak berkebutuhan khusus dapat bersekolah di sekolah umum (reguler) bersama anak seusianya. Dalam pendidikan inklusi ini beraneka ragam anak berhak dalam pendidikan, maka ada istilah education for all, artinya, semua anak mempunyai kesempatan yang sama dalam pendidikan. Kegiatan belajar mengajar biasanya sekolah inklusi akan memberi fasilitas guru pendamping untuk membantu anak ABK dalam mengikuti kegiatan.
Pendidikan inklusi disekolah umum sangat membantu untuk anak berkebutuhan khusus karena dengan adanya anak non ABK memberikan semangat dan motivasi yang cukup tinggi kepada anak ABK.
Para orang tua sekarang tidak Perlu cemas untuk menyekolahkan anaknya dengan karakteristik yang istimewa karena sudah banyak sekolah umum berbasis inklusi. Dengan adanya sekolah inkulsi ini, mereka akan mampu beradaptasi dan mempunyai kepercayaan diri dalam bergaul.
Ini juga bermanfaat untuk anak non ABK. Keberadaan mereka membuat siswa mampu dalam tugas berbagi dan saling membantu dalam tugas bersama di sekolah. Maka dari itu pendidikan inklusi di sekolah umum atau biasa disebut sekolah reguler sangat menumbuhkan jiwa-jiwa yang ada pada ABK. Itulah pentingnya pendidikan inklusi berada di sekolah umum saat ini.
Keuntungan pendidikan inklusi akan mempengaruhi bagi anak normal seperti akan mampu berbagi dan belajar empati untuk membantu temannya yang berkebutuhan khusus.
Ada beberapa jenis-jenis kelas pendidikan inklusi yakni kelas reguler yang dimana para anak berkebutuhan khusus belajar bersama dengan anak non ABK dalam satu kelas dengan kurikulum yang sama bersama guru pendamping. Terus yang kedua ialah kelas reguler dengan cluster, anak berkebutuhan khusus belajar dengan anak non ABK dengan kelompok khusus di dalam kelas reguler. Dan yang terakhir ada kelas reguler dengan pull out yaitu anak berkebtuhan khusus belajar bersama dengan anak non ABK tetapi di saat jam tertentu mereka di tarik dari kelas reguler ke kelas lain untuk belajar bimbingan khusus. Itulah jenis-jenis kelas pendidikan inklusi.
Selanjutnya, program-program di sekolah inklusi bertujuan untuk mendukung pencapaian tujuan belajar maupun pengembangan dirinya. Serta menyiapkan anak berkebutuhan khusus tumbuh terampil dalam kehidupan sebagai bagian dari komunitas. Setiap anak itu unik termasuk anak berkebutuhan khusus sehingga dalam proses pembelajaran serta pendidikan membutuhkan program yang sesuai, agar pengembangan potensinya dapat maksimal. pendidikan inklusi merupakan salah satu tujuan pendidikan masa depan yang ingin dicapai oleh Indonesia dalam upaya menciptakan masyarakat Indonesia yang inklusif. Pentingnya pendidikan inklusi di sekolah umum itu memang sangat dibutuhkan.
Ada pun beberapa kendala yang ditemukan dalam melaksanakan pendidikan inklusi ini. Kendala – kendala itu misalnya minimnya sarana penunjang system pendidikan inklusi, terbatasnya pengetahuan dan keterampilan yang di miliki oleh para guru sekolah inklusi menunjukkan betapa system pendidikan inklusi benar – benar dipersiapkan dengan baik.
Apalagi system kurikulum pendidikan umum yang ada sekarang belum mengakomodasi keberadaan anak – anak yang memiliki perbedaan kemampuan. Kondisi ini jelas menambah beban tugas yang harus di laksanakan para guru yang berhadapan langsung. Di satu sisi para guru harus berjuang keras memenuhi tuntutan untuk mencerdaskan seluruh siswanya, sementara di sisi lain guru tidak memiliki keteramplan cukup untuk menyampaikan materi pelajaran kepada anak berkebutuhan khusus. Dan ini terkadang menjada suatu hambatan atau kendala tersendiri bagi para guru di dalam kelas.
Hal ini yang juga mestin jadi perhatian bagi penyelenggara sekolah inklusi adalah, penerimaan dan pengakuan warga sekolah terhadap keberadaan guru pendamping khusus (GPK) di sekolah inklusi. Kehadiran mereka sangat dinantikan dan dibutuhkan oleh warga sekolah khususnya guru kelas dan guru mata pelajaran. Mereka dalam bertugas bukan hanya berdiri sendiri, namun saling berkolaborasi. Tanggung jawab anak berkebutuhan khusus di kelas tetap tanggung jawab guru kelas, bukan diserahkan sepenuhnya kepada GPK. Melainkan antara guru kelas dan GPK saling bekerja sama dalam melayani anak berkebutuhan khusus. Di sinilah GPK berperan yaitu sebagai tempat berbagi pengalaman bagi guru kelas dan guru mata pelajaran, karena tidak semua guru di sekolah regular paham siapa dan bagaimana menghadapi anak berkebutuhan khusus serta pembelajaran apa yang dibutuhkan mereka sesuai dengan kekhususan anak tersebut.
Selain kendala tentu sekolah memiliki tantangan khusus dalam pendidikan inklusi ini, nah tantangan bagi sekolah pendidikan inklusi adalah keterbatasan pengetahuan serta keterampilan guru, dari yang kita ketahui bahwa sekolah (pendidikan inklusi) harus bisa memberikan pelayanan terbaik meskipun tidak mudah dan membutuhkan tenaga lebih. Guru harus bisa lebih sabar dalam penyampaian materi , menciptakan kelas yang kondusif dan memastikan seluruh siswanya mendapat perhatian yang sama.
Lalu selanjutnya, sarana dan prasarana sekolah yang belom lengkap juga merupakan tantangan bagi pendidikan inklusi di sekolah umum. Mengapa demikian? Karena itu merupakan salah satu hal yang bisa menghambat proses pembelajaran diskolah bagi anak anak yang berkebutuhan khusus. Kekurangan sarana dan prasarana sekolah membuat anak anak berkebutuhan khusu merasa kesulitan dalam menerima materi pelajaran. Nah dari itulah sekolah harus memastikan terlebih dahulu bahwa sarana dan prasarana disekolah tersebut terpenuhi.
Maka dari itu, untuk mewujudkan pendidikan inklusi yang baik disekolah umum ini diperlukan upaya dalam meminimalisir tantangan di sekolah inklusi ini. Karna setiap anak berkebutuhan khusus itu mempunyai Cerdas Istimewa dan Bakat istimewa, maka dari itu diperlukan pelayanan khusus bagi mereka. Nah adapun upaya yang dilakukan adalah seperti melakukan penyelenggaraan program akselerasi dan pengayaan, dan setiap pihak harus bekerjasama, ini buikan hanya untuk sosialisasi semata namun juga dibutuhkan komitmen dari setiap pihak baik itu sekolah dan guru di pendidikan inklusi ini. Supaya jangan sampai ‘pendidikan untuk semua” hanya sekedar semboyan belaka tetapi menjadi kenyataan yang dirasakan untuk semua ABK.
Hal yang harus diperhatikan dalam pendidikan inklusi adalah tujuannya, dimana tujuannya yaitu memberikan kesempatan yang seluas-luasnya kepada ABK yang memiliki kelainan, fisik, emosional, mental, maupun ABK yang memiliki kecerdasan atau bakat istimewa untuk memperoleh pendidikan yang bermutu sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan yang dimiliki ABK tersebut. Serta mewujudkan keanekaragaman dan tidak diskriminasi bagi peserta didik.
Sekalipun perkembangan pendidikan inklusi di Negara kita cukup menggembirakan dan mendapatkan apresiasi dan antusiasme dari barbagai kalangan, terutama para praktis pendidikan, Namum sejauh ini dalam tataran implementasinya dilapangan masih dihadapkan kepada berbagai isu dan permasalahan. Secara umum saat ini terdapat lima kelompok issue dan permasalahan pendidikan inklusi di tingkat sekolah yang perlu dicermati dan diantisipasi agar tidak menghambat implementasinya tidak bisa atau bahkan menggagalkan pendidikan inklusi itu sendiri yaitu; pemahaman dan implementasinya, kebijakan sekolah , proses pembelajaran, kondisi guru, dan support sistem. Dapat dipahami bahwa pelaksanaan pendidikan inklusi di Indonesia tidak semudah membalikkan telapak tangan. Tetapi ada habatan baik konseptual secara teknis maupun non teknis. Semuanya harus secepatnya diselesaikan, karena apabila arti sebuah kebijakan tanpa ada sistem yang mendukung kebijakan tersebut, masalah guru, bisa diselesaikan dengan memberikan pelatihan atau kuliah tambahan mata kiuliah khusus tentang pelaksanaan pendidikan inklusi ini. Dengan cara dinas pendidikan bekerja sama dengan perguruan tinggi terdekat yang memiliki jurusan pendidikan luar biasa (PLB).
Dalam mewujudkan pendidikan inklusi ini para orang tua tidak perlu lagi cemas karenan banyak yang mendukung anak tersebut terutama pemerintah dan pihak sekolah yang akan membantu ABK dalam pembelajaran dikelas, jadi orang tua hanya perlu mendukung anak dan juga memberi dukungan terhadap ABK agar tidak minder dan juga tetap percaya diri.
Sekarangpun disekolah umum sudah memberikan dukunga terhadap ABK jika ingin memasuki sekolah umum pihak sekolah akan mengusahakan fasilitas serta yang dibutuhkan ABK agar terpenuhi agar ABK nyaman dalam pembelajaran dan juga memberikan pemahaman kepada anak reguler untuk saling membantu dan memahami kondisi temannya yang ABK agar ABK tidak merasa terdiskriminasi disekolah.
Artikel ini dibuat menurut opini anggota kelompok 2, serta untuk memenuhi tugas akhir kelompok 2 dengan
Mata kuliah : Pendidikan Inklusi di SD.
Dosen pengampu : Dea Mustika S. Pd., M. Pd
Anggota kel 2 : 1. Mutia Amanda (216910240)
2. Nurdahlia Rahmadani (216910366)
3. Resi Mardianti (216910332)
4. Renita Kurnia Fitri (216910619)
5. Selpina Kurniawati (216910248)
6. Viona Grace Hutapea (216910371)**
